Minggu, 20 Januari 2013

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

BAB I PENDAHULUAN
Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu – satunya produsen (monopoli).
Kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi, umumnya dua kondisis peralihan antara ekstrim persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing – masing mempunyai daya monopoli (terbatas), disebut persaingan monopolistic (monopolistic competition). Kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli dikenal sebagai oligopoli (oligopoly).
BAB II TEORI
Berikut ada beberapa unsur yg harus di perhatikan dalam pasar persaingan bebas, diantaranya sebagai berikut.
  1. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:
    a.     Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen
tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
    b.     Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan
sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
    c.     Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien
(biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap
perusahaan secara individu dianggap relative kecil
dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
    d.     Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang
ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu
mempengaruhi harga pasar.
     e.    Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak
terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan
factor produksi
2.   Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar
     Persaingan Sempurna
      a.  Permintaan
-  Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.
-  Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah.
       b. Penerimaan
-  Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata – rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P)
-  Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut
kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).
3.            Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
a.    Perusahaan sebaiknya hanya berproguksi, paling tidak, bila biaya variable (VC)
adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata – rata (AVC)
sama dengan harga.
b.    Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba
maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).
4.      Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
a.   Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as
      possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling
optimal.
b.  Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat
mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi.
c.  Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena
laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat
pengembalian yang sama.
d.  Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat  SAC = LAC.
         
BAB III PEMBAHASAN
Pasar persaingan sempurna memiliki kekuatan dan kelemahan dalam melakukan strategi – strategi pasar.
      a. Kekuatan
1.  Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
Dengan kata lain si pengusaha harus  pandai – pandai melakukan permainan harga jual    agar lebih murah dibandingkan dengan para pesaing mereka agar lebih banyak mendapatkan pelanggan.
2.  Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal.
Penjual melakukan ready stock yaitu dengan menyiapkan barang-barang dagangannya lebih banyak agar si pelanggan tidak bingung untuk mencari barang barang yg di cari.
3.  Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga. Si penjual diharuskan bukan hanya untuk menjaga kuantitas produk tapi diharuskan juga untuk menjaga kualitas pada produk yg di tawarkan kepada masyarakat sehingga masyarakat nyaman dan tidak takut dalam mengkonsumsi produk dan timbul ras percaya bahkan tidak takut atau meragukan akan kualitas dan harga produk tersebut.
    b. Kelemahan
1.  Kelemahan Dalam Hal Konsumsi
Bila si penjual tidak bisa menjaga kepercayaan pelanggan dengan baik. Para pelanggan akan kecewa dan terjadilah kelemahan dalam hal konsumsi dikarenakan produk mereka tidak terjual habis krna menurunnya jumalh pelanggan.
2.  Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
Kebanyakan para penjual di pasar-pasar tradisional lemah dalam mengembangkan teknologi tidak dengan hal pasar swalayan atau mini market yg sudah lumayan dalam melakukan pengembangan teknologi.
3.  Konflik Efisiensi  –  Keadilan.
Konflik pun sering terjadi diantara penjual dengan penjual lain mungkin di karenakan penjual lain iri atau merasa pelanggannya direbut. bahkan ada penjual dengan pembeli di karenakan penjual yg tidak melakukan pelayanan yg baik dengan pembeli.

1 komentar: